Home > Jalan-jalan, Life, Tips, Uncategorized > Travelling : [Bangkok, Thailand] Pengalaman Pertama Naik Singapore Airlines dan Silk Air (Focusing Meal on Board)

Travelling : [Bangkok, Thailand] Pengalaman Pertama Naik Singapore Airlines dan Silk Air (Focusing Meal on Board)

17 May 2017

Assalamualaikum…..

.
Ketemu lagi dengan tulisan saya. Ini masih dalam rangka perjalanan saya ke Bangkok akhir Maret kemarin. Perjalanan ke Bangkok ini adalah perjalanan transit di luar negeri pertama saya. Sebelumnya pernah juga ke luar negeri waktu umroh tetapi pesawatnya langsung ke Jeddah. Yang juga istimewa dari perjalanan kali ini adalah saya dan suami menggunakan the best airlines yaitu Singapore Airlines.

.
Sebenarnya ada Air Asia yang direct dari Surabaya ke Bangkok tapi saya nya pengen merasakan naik SQ (terpengaruh sama postingan temen yang lumayan sering naik maskapai ini). Nah…kebetulan juga waktu kemaren bulan Februari si SQ ini lagi ada promo untuk penerbangan dari Indonesia, Alhamdulillah kepengenan bisa terwujud. Kemarin saya kena rate IDR 3.8 juta PP Surabaya-Bangkok dengan transit di Singapura.

 

Inside the cabin of Singapore Airlines

 

Waktu masuk di pesawat seperti biasa dilakukan oleh maskapai full service, tersedia beberapa pilihan surat kabar dan kalau penerbangan internasional surat kabarnya ikut internasional juga.

 

Ini seat di economy class nya SQ. Walau economy tapi tetep lega 🙂

 

Ini dia kursi saya, seperti biasa pilihannya adalah di dekat jendela biar bisa melihat pemandangan, apalagi ini adalah penerbangan pagi. Pada penerbangan ini kami juga bersama dengan rombongan jamaah umroh dari Surabaya yang transit di Singapore. Walaupun bukan merupakan long weekend, hampir seluruh kursi di SQ terisi dan hanya sisa sekitar 3 kursi saja.

 

Hot towel buat lap tangan

 

Ketika hampir seluruh penumpang memasuki kabin, sebelum pesawat mulai bergerak pada SQ Girl dan SQ Boy yang tampangnya bukan cakep membagikan Hot Towel ini kepada penumpang. saya sendiri sih agak kurang ‘ngeh’ fungsi dari hot towel ini.

 

Buat bacaan biar ga bosen. Buku yang gambarnya Fantastic Beast itu isinya katalof film yang ada di monitor nya SQ

 

Inilah yang ada di pocket SQ Airlines. Ada majalah yang isinya mengenai beberapa destinasi wisata dunia, ada majalah yang isinya produk yang bisa dibeli di pesawat, dan ada juga yang isinya katalog tayangan yang dapat dinikmati selama di pesawat.

 

Entertainment screen

 

Mungkin untuk penerbangan jangka pendek entertainment screen ini tidak erlalu penting, tapi kalau untuk medium atau long haul, layar ini penting banget. Alhamdulillah juga di dalam layar ini tersedia berbagai film yang lumayan baru. Film nya pun tidak melulu yang hollywood tapi ada juga film Korea dan Mandarin. Untuk subtitle pun bisa dipilih beberapa bahasa, yang jelas ga ada pilihan bahasa Indonesia hehehe…

 

Ini dia menu meal on board SUB-SIN

 

Pada penerbangan Surabaya-Singapura ini, saya memesan menu Halal Meal karena beranggapan kalau maskapai internasional tentunya akan ada menu yang non halal. Mungkin karena penerbangan ini dari Indonesia yang merupakan salah satu negara yang penduduknya mayoritas muslim, jadi semua makanan adalah halal. Tidak ada tanda khusus bagi yang memesan menu halal.

 

Menu kali ini untuk main course adalah nasi putih, sayuran rebus, dan ikan asam manis. Untuk appetizer ada semacam acar bihun dan sayur-sayuran yang rasanya unik dan segar. Sedangkan untuk makanan penutup ada pudding. Dalam setiap penyajian makannya SQ selalu memberikan 1 buat roti gandum lengkap dengan butter. Untuk minuman sudah disediakan air putih dan bisa request minuman hangat atau dingin, bahkan alkohol. Ada satu minuman di SQ yang cukup legendaris yaitu Singapore Sling, pengen banget nyoba tapi ternyata setelah tanya SQ Girl, minuman ini mengandung alkohol walau jumlanya sedikit.

 

Setelah perjalanan selama 2 jam lebih, kami sampai di Singapura pada siang hari. Penerbangan selanjutnya menuju bangkok akan kami tempuh besok pagi. Kami menghabiskan waktu sekitar 10 jam di Changi, lumayan lama ya…tapi ga ngebosenin. Ulasan mengenai apa saja yang saya lakukan sela transit ada disini.

 

Breakfast SIN -BKK


Setelah bermalam di Changi, pagi hari kami mandi ala kadarnya di bandara dan melanjutkan penerbangan ke Bangkok Svarnabhumi.

 

Uncover of aluminum foil

 

Kami terbang pukul 07.00 waktu Singapura yang berarti sekitar pukul 06.00 WIB (pagi banget kan). Pada penerbangan ini kami memesan menu (pada saat booking tiket) moslem meal (halal menu). Berbeda dengan pada saat penerbangan sebelumnya, kali ini setelah kami masuk kabin ada awak kabin yang melakukan konfirmasi makanan dan menempelkan stiker di tempat duduk kami.

 

Berhubung special request, maka kami dapat makanan lebih dulu dibandingkan penumpang yang lain, Alhamdulillah (pelajaran kali ini adalah pada penerbangan internasional atau naik pesawat berpenumpang banyak lebih enak kalau special request makanan biar dapat lebih dulu). Menu sarapan kali ini adalah omelet dengan saus keju, bola daging, dan tumisan labu siam. Untuk dessert ada potingan buah segar, dan ga ketinggalan roti gandum lengkap dengan butter dan selai. Kalau sarapan gini makanannya ga terlalu banyak. Oiya untung saja kami pesan Halal Meal karena pada penerbangan ini disediakan juga menu pork.

 

Long story short, akhirnya tiba juga waktunya untuk kembali ke tanah air. Perjalanan dari Bangkok ke Surabaya tetap harus transit di Singapura, bedanya kali ini transitnya ga lama…hanya 30 menit saja. Kemarin kami membeli tiket penerbangan combo sehingga ketika pulang kami kembali naik SQ atau maskapai yang ada kerjasama dengan SQ. Bangkok-Singapura kami naik Singapore Airlines, dan Singapura-Surabaya naik Silk Air yang merupakan anak dari Singapore Airlines. Berikut menu di penerbangan pulang:

 

Lunch on board BKK-SIN

 

Inilah full menu Singapore Airlines Bangkok-Singapura, banyak kan…. Rinciannya ada di gambar selanjutnya.

 

Main course BKK-SIN

 

Ini adalah main course nya (lagi-lagi saya pesan menu halal). Ada nasi putih, tumis kacang panjang, dan ayam bumbu merah (rasanya agak aneh, mungkin karena lidah saya biasa makan Indonesian food tapi habis juga dimakan). Kata di websitenya, makanan yang disajikan di Singapore Airlines sudah dilakukan test rasa disesuaikan dengan ketinggiannya, jadi insyaAllah rasanya dijamin enak, dan ini beneran.

 

Appetizer BKK-SIN

 

Untuk appetizer ada salad jeruk bali, sepertinya yang ini ala Thailand. Isinya ada jeruk bali, trus ada irisan ayam rebus yang rasanya sedap, plus tomat ceri. Nah untuk dressingnya ada campuran potongan sereh dan onion, syedappp.

 

Dessert BKK-SIN , corn pudding

 

Pada dessert, ada pudding jagung yang rasanya cukup enak.

 

Transit di Singapura yang cuma 30 menit membuat kami sangat lelah. Kami cuma punya waktu sekitar 30 menit untuk pindah terminal yang jaraknya lumayan jauh (lebih dari 1 km), Cangi itu luar banget mamen…sampe ngos-ngosan kami jalan setengah berlari. Untung waktu itu bagasi langsung dipindahkan dari SQ ke Silk Air. Canggih juga ya handling bandaranya bisa pindahin bagasi dengan sangat cepat. Jujur sebenarnya waktu itu kami berharap pesawat dari BKK ke SIN delay biar bisa lebih lama di Changi, ternyata mereka sangat tepat waktu.

 

Berbeda dengan SQ, pesawat yang digunakan oleh Silk Air lebih kecil, susunan tempat duduknya juga 3-3. Mungkin karena pesawat ini untuk jarak pendek, jadi tidak ada entertainment screen. Secara kelegaan tempat duduk masih mirip dengan SQ, jarak antar kursi cukup longgar.

 

Silk Air menu for lunch

 

Pada penerbangan kali ini kami request menu vegetarian meal, dan inilah yang kami dapatkan. Pada main course ada berat coklat yang menyehatkan dikasih lauk tumisan sayur dan kacang merah+jagung yang dibumbu merah. Sebenarnya rasanya agak aneh, tapi berhubung lapar sangat habis olehraga pindah gate, yang tersisa hanya tumis sayur yang menurut saya ga enak. Untuk pencuci mulut telah disiapkan buah potong yang segar.

 

Ice cream for dessert, yeayyyy…

 

Waktu menerima makanan dari awak kabil Silk Air saya sempat bertanya-tanya “Kok sedikit ya menunya, beda dengan waktu naik SQ”. Ternyata, setelah makanan para penumpang berangsur habis, awak kabin membagikan es krim ini kepada semua penumpang. Tampilan es krim lucu ya…kecil-kecil tapi ada banyak. Dari segi rasa ini mirip sama Magnum. Trus…Alhamdulillah pas liat di kemasannya ada logo Halal.

 

Happy face…saya dan suami terbang bersama SQ dan Silk Air.

 

Overall perjalanan kali ini sangat menyenangkan. Salut banget buat maskapai yang amat sanga on time dan cekatan dalam mengurus penumpang dan bagasi. Hal yang kurang menyenangkan hanyalah pada saat landing tidak terlalu mulus (menurut saya lebih mulus landingnya Garuda Indonesia). Semoga dikemudian hari bisa merasakan maskapai full service global lainnya, termasuk Garuda Indonesia di penerbangan Long Haul Amin….

 

Salam,

Lusi

Advertisements
%d bloggers like this: