Archive

Archive for October, 2012

Dirgahayu BMRI

2 October 2012 Leave a comment

Surabaya, 2 Oktober 2012
Sengaja atau tidak, nyatanya HUT perusahaan tempat aku bekerja bertepatan dengan hari batik nasional. Jadi dihari selasa yang masih diawal minggu ini, kami memakan batik. Gara-gara itu, walau masih selasa udah berasa Jumat dan pengen segera ketemu sama ayahnya Bima, hehehe.

Pada ulang tahunnya yang ke 14 ini kami di masing-masing unit diinstruksikan untuk potong tumpeng. Alhamdulillah, dengan keberkahan dari sarapan tumpeng itu, dari pagi sampe menjelang makan siang perut masih terasa kenyang  , bahkan si tumpeng itu masih bisa dipakai untuk makan siang karena ga langsung habis pada waktu sarapan tadi.

Ngomong-ngomong masalah perusahaan ini (BM), ada hal-hal yang unik di dalamnya dan beberapa romantikanya. Organisasi di BM dibentuk dengan menganut system bisnis unit, masing-masing unit mempunyai kewajiban dan kewenangan untuk menghasilkan laba dan menggunakan anggarannya sendiri. Karena system inilah masing-masing unit saling berlomba untuk memberikan kontribusi terbesar untuk BM, dan karena system ini pula lah tak jarang unit satu dengan lainnya saling berebutan “kue” yang sama untuk memenuhi target (padahal ujung-ujungnya cuma satu, buat BM). Untuk mengatasi masalah itu dibentuklah aliansi yang dikomandani oleh salah satu direktorat tempat saya dulu pertama kali ditempatkan. Banyak yang mengeluh tentang aliansi, tapi banyak juga yang selalu mendengung-dengungkannya, ya itulah kehidupan organisasi, like dan dislike adalah hal yang biasa.

Akhir-akhir ini turn over pegawai di BM lumayan tinggi, entah karena tergiur dengan benefit yang lebih baik, tekanan kerja yang berat, atau karena kondisi kerja tidak sesuai dengan yang diharapkan. Banyak banget karyawan yang mengeluh tentang pekerjaan yang berat dan gaji yang katanya kecil sehingga mereka tidak betah dan ingin segera keluar dari BM. Tahun demi tahun berlalu dan ternyata mereka masih bertahan di BM. Nah lo, katanya ga betah, tapi kenapa masih bertahan???.

Flashback kata-kata mantan boss saya dulu, dalam bekerja kamu hanya punya 2 pilihan, “take it or leave it”. Kalau masih mau kerja ya ambil dan nikmatilah pekerjaan itu, tapi kalau sudah tidak suka maka keluarlah, ga perlu mengeluh yang berkepanjangan, menjelek-jelekkan, tapi masih saja bertahan dan mau menerima uang (gaji) dari situ. Menurut saya kata-kata dari mantan boss itu benar adanya. Dengan mengeluh, kita akan merasa tidak nyaman terhadap pekerjaan dan buntutnya kita tidak memberikan kontribusi yang maksimal, ujung-ujungnya penilaian kita juga akan jadi jelek, padahal kita masih bertahan disitu. Jadi daripada mengeluh, mendingan take dan nikmatilah pekerjaan kita, atau kalau sudah tidak bisa menikmati, maka carilah pekerjaan yang baru. Mengeluh tidak akan pernah menyelesaikan permasalahan tetapi justru akan menimbulkan masalah baru.

Bekerja itu tidak hanya sekedar mencari uang tetapi juga dedikasi. Mungkin banyak anak buah yang sebel kepada atasannya karena satu atau lain hal, itu hal yang wajar dalam suatu organisasi. Tetapi atasan juga akan sangat sebel kepada bawahannya apabila si bawahan tidak melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Orang yang sudah merasakan sebagai atasan akan tau rasanya sebagai bawahan, namun tidak sebaliknya. Pengalaman saya, mempekerjakan orang (asisten rumah tangga) yang tidak mau menerima masukan karena merasa dirinya paling benar dan suka membantah adalah hal yang sangat menyebalkan. Dan sialnya lagi, saya tidak bisa berkutik jika tidak ada dia (saya seorang WM yang jauh dari suami dengan seorang anak bayi), rasanya bagaikan “selilit” kata orang jawa, hal kecil tapi sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Syukur Alhamdulillah sekarang saya sudah mendapatkan pengganti ART tersebut.

Berikut adalah quotes dari beberapa orang berhasil membuat saya lebih bersyukur dan semoga bisa juga membuat orang lain besyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Nya.

Mereka yang mengeluh tentang kantornya, biasanya tidak akan menemukan kantor yang lebih baik. Beda dengan mereka yang bersyukur & berbenah. (Ipho Santosa)

Kantormu, itulah sebagian rezekimu. Ini adalah perantara dari Nya. Nah apakah pantas kantormu dikeluh kesahkan. (Ipho Santosa)

Mau hidup lebih baik? Boleh! Bekerjalah di kantor yang lebih baik, atau cari kantor lain, atau bikin kantor sendiri. (Ipho Santosa)

Kantormu dalah jalan rejekimu, jika kamu menjelek-jelekkannya mana mungkin dia akan mau memberikan rejeki yang berkah untukmu. (Ibu seorang teman)

Saya bukanlah orang yang sangat cinta terhadap kantor ini. Sebenarnya kadang saya juga tidak puas, apalagi kantor ini masih menahan saya untuk bisa berkumpul dengan suami. Namun apapun itu, sekarang tempat ini adalah jalan rejeki saya, saya dibayar setiap bulan untuk bekerja dan memberi kontribusi. Melihat lingkungan sekitar, saya merasa beruntung mempunyai pekerjaan ini, walau banyak yang lebih enak tapi masih sangat banyak yang tidak seberuntung saya. Jadi, nikmat manakah yang pantas kita dustakan 

Advertisements
Categories: Uncategorized